Jumat, 18 April 2008

BRR Kreuh Ulee

Sikap BRR yang terus menerus membiarkan para pengunjuk rasa dari berbagai daerah telah membuat beberapa LSM HAM di Aceh menyatakan bahwa BRR telah melanggar HAM khususnya bidang EKOSOB yaitu bidang Ekonomi Sosial dan budaya. Aksi para pendemo ini semakin meluas dan terus saja bertahan di camp-camp mereka kasing-masing.
Tak hanya dari wilayah Pantai Barat Selatan, tapi juga sekarang hampir seluruh wilayah mendatangi BRR untuk menuntuk hak yang telah dijanjikannya tersebut.
Apa sebenarnya yang diinginkan oleh lembaga bentukan President tersebut? Apakah mereka ingin mengurangi jumlah bantuan yang diberikan untuk masyarakat duka korban tsunami karena dana itu nantinya akan dikembalikan ke Negara sebagai APBN? Ataukah memang BRR itu sendiri tak mau mengakui kalau kinerjanya saat bekerja di Aceh sangatlah lambat?
Jika diperhatikan dengan benar, sangat banyak program yang dijalankan oleh BRR ini terkesan CILET-CILET bila dibandingkan deng program yang dijalankan oleh Lembaga asing yang datang....
BRR merupakan cerminan keseriusan negara kita, mungkin sangat pantas bagi kita malu akan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terbaik pilihan negara kita.....
Salam Kemanusiaan...

Kamis, 17 April 2008

Diwana Cakradonya

Kegiatan Diwana Cakradonya yang diselenggarakan dari tanggal 12 sampai dengan tanggal 17 April terkesan minim manfaat jika dilihat dari besarnya dana yang dikeluargkan untuk menyukseskan acara tersebut. Tersiar kabar bahwa dana yang dibutuhkan untuk kegiatan itu adalah Rp. 3,5 milyar. Jumlah tersebut merupakan angka yang sangat fantastis saat sekarang ini. untuk menanggapi hal tersebut beberapa LSM lokal melakukan diskusi untuk meninjau penggunaan anggaran sebesar 3,5 M tersebut yang sebagian besarnya bersumber dari kantor Gubernur Aceh.

Rabu, 16 April 2008

BRR Hancoe

Wah.. BRR jino ka mulai peudeh akai paleh bak awak Aceh...
bak sang hanjeut seunang ureung Aceh nyo..
dum peu jipeusosah urusan jih, peu nyang na dum ji teun han geubrie keu ureung aceh.
ji awak luwa pih lage ka gadoh male geujak peutheun hak ureung duka, ureung nyang ka keunong musibah nibak uroe minggu nyan.. peu mungken di awak luwa nyan galak na bencana nibak gampong droe jih keuh.. nyoe munan bah ta meudoa sama-sama...
Kiban kelanjutan dari BRR nyan singoh, ta kaloen dan bek ta biyeu mantong nyoe na salah..